
Keuangan pasangan baru biasanya menjadi masalah yang bisa berbuntut panjang jika tidak dibicarakan sejak awal. Kelihatannya ini masalah sepele, tapi kenyataannya masalah keuangan yang tidak dikontrol dengan baik bisa jadi penyebab suatu hubungan tidak harmonis.
Menikah berarti berbagi banyak hal, mulai dari rumah, rencana masa depan, hingga tanggung jawab sehari-hari. Namun, ada satu hal yang sering membuat pasangan baru bingung: apakah uang setelah menikah sebaiknya digabung dalam satu rekening atau tetap dikelola secara terpisah?
Pertanyaan ini terlihat sederhana, tetapi jawabannya tidak selalu hitam-putih. Pasangan dengan penghasilan berbeda, kebiasaan belanja berbeda, atau tujuan finansial yang berbeda mungkin membutuhkan sistem pengelolaan uang yang tidak sama.
Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa cara pasangan mengatur uang memang berkaitan dengan kualitas hubungan.
Keuangan Pasangan Baru Sebaiknya Digabung atau Dipisah?

Studi yang diterbitkan dalam Journal of Consumer Research pada 2023 bahkan menemukan bahwa pasangan yang baru menikah dan secara eksperimen diarahkan untuk menggabungkan uang mempertahankan kualitas hubungan yang lebih kuat selama dua tahun dibanding kelompok yang mempertahankan rekening terpisah atau tidak mendapat arahan.
Namun, bukan berarti semua pasangan harus langsung menutup rekening pribadi. Justru, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan sistem keuangan bersama.
-
Rekening Digabung Memudahkan Pengelolaan Kebutuhan Bersama
Menggabungkan sebagian atau seluruh penghasilan ke dalam rekening bersama dapat membuat pembayaran kebutuhan rumah tangga lebih sederhana.
Tagihan listrik, cicilan rumah, belanja bulanan, dana liburan, hingga tabungan keluarga dapat berasal dari sumber dana yang sama. Dengan begitu, pasangan lebih mudah melihat berapa uang yang tersedia dan berapa yang sudah dialokasikan untuk kebutuhan tertentu.
Penelitian tahun 2023 menemukan bahwa keuangan pasangan baru dengan penggabungan keuangan dapat membantu pasangan merasa lebih positif terhadap cara mereka mengelola uang dan meningkatkan keselarasan tujuan finansial.
Bagi pasangan yang memiliki tujuan besar seperti membeli rumah atau mempersiapkan dana pendidikan, transparansi semacam ini bisa menjadi keuntungan.
-
Rekening Terpisah Memberikan Ruang untuk Pengeluaran Pribadi
Di sisi lain, rekening terpisah bukan berarti pasangan tidak saling percaya.
Ada orang yang merasa lebih nyaman ketika masih memiliki kendali atas sebagian penghasilannya. Uang tersebut dapat digunakan untuk hobi, membeli hadiah untuk pasangan, mengikuti perkembangan investasi seperti membaca artikel kripto, membantu keluarga, atau kebutuhan pribadi tanpa harus memperhitungkan setiap transaksi bersama.
Masalahnya muncul apabila “terpisah” kemudian berubah menjadi “tidak transparan”. Pasangan bisa saja memiliki rekening masing-masing, tetapi tetap menyepakati berapa jumlah yang harus disisihkan untuk kebutuhan rumah tangga.
Jadi, rekening terpisah dan komunikasi terbuka sebenarnya dapat berjalan bersamaan.
-
Model Hybrid Bisa Menjadi Jalan Tengah
Bagi pasangan baru yang sulit memilih, sistem hybrid bisa menjadi alternatif.
Caranya, masing-masing tetap memiliki rekening pribadi, tetapi keduanya menyetor sejumlah uang ke rekening bersama. Rekening bersama digunakan untuk kebutuhan yang sudah disepakati, sedangkan rekening pribadi digunakan untuk pengeluaran personal.
Besarnya kontribusi juga tidak harus selalu 50:50.
Jika penghasilan salah satu pasangan jauh lebih tinggi, kontribusi dapat disesuaikan berdasarkan proporsi penghasilan. Yang terpenting bukan sekadar siapa yang membayar lebih banyak, melainkan apakah pembagian tersebut dianggap adil oleh kedua pihak.
Penelitian terhadap pasangan juga menemukan bahwa pengelolaan keuangan bersama dan pengambilan keputusan secara bersama berkaitan dengan lebih sedikit masalah finansial dibanding pola pengelolaan yang sangat individual atau didominasi salah satu pihak.
-
Jangan Hanya Membahas Gaji, tetapi Juga Utang
Salah satu kesalahan pasangan baru adalah membicarakan penghasilan, tetapi menghindari pembahasan tentang utang.
Padahal, keputusan untuk menggabungkan uang berarti pasangan berpotensi menghadapi konsekuensi finansial satu sama lain. Utang kartu kredit, cicilan kendaraan, pinjaman pribadi, atau kewajiban kepada keluarga sebaiknya dibicarakan sejak awal.
Begitu pula dengan perlindungan dan persiapan keuangan jangka panjang, termasuk mempertimbangkan asuransi pensiun sebagai bagian dari pembahasan mengenai kebutuhan finansial setelah tidak lagi aktif bekerja.
Transparansi ini penting agar pasangan tidak merasa “terkejut” ketika kondisi keuangan sebenarnya mulai terbuka setelah menikah.
-
Tentukan Tujuan Sebelum Menentukan Rekening
Daripada bertanya “rekening harus digabung atau dipisah?”, pertanyaan yang lebih penting adalah “apa tujuan keuangan kami sebagai pasangan?”
Misalnya, pasangan ingin memiliki dana darurat enam bulan pengeluaran, membeli rumah dalam lima tahun, atau menyiapkan dana pendidikan anak. Setelah tujuan ditentukan, barulah sistem rekening dapat disesuaikan.
Riset terhadap 38.534 orang dalam enam studi juga menemukan bahwa pasangan yang menggabungkan seluruh uangnya cenderung melaporkan kepuasan hubungan yang lebih tinggi dan lebih kecil kemungkinan untuk berpisah dibanding pasangan yang menyimpan seluruh atau sebagian uang secara terpisah. Namun, temuan ini tidak berarti rekening bersama otomatis menjadi solusi untuk setiap pasangan.
Jadi, Haruskah Dompet Digabung?

Jawabannya tidak harus.
Yang lebih penting daripada memilih rekening bersama atau rekening terpisah adalah memastikan aturan keuangannya jelas, transparan, dan disepakati bersama. Pasangan bisa memilih rekening bersama sepenuhnya, rekening terpisah, atau kombinasi keduanya.
Bahkan, penelitian terdahulu pada pasangan berpenghasilan rendah menunjukkan bahwa kepemilikan rekening bersama berkaitan dengan sejumlah indikator kualitas hubungan yang lebih baik, meskipun penelitian tersebut bersifat observasional sehingga tidak dapat membuktikan bahwa rekening bersama secara langsung menyebabkan hubungan menjadi lebih baik.
Pada akhirnya, pernikahan bukan kompetisi tentang siapa yang memiliki uang lebih banyak. Sistem keuangan yang sehat justru membuat kedua pihak mengetahui kondisi finansial keluarga, memahami prioritas masing-masing, dan memiliki ruang untuk mengambil keputusan bersama.
Dompet boleh terpisah, tetapi tujuan finansial jangan sampai berjalan sendiri-sendiri. Setuju?
**
