
Pernah tidak terpikir olehmu untuk melakukan lasik ketika pengliihatan mata semakin buram baik karena rabun dekat atau rabun jauh?. Jangan menunggu sampai mata rusak baru terpikir untuk melakukan lasik. Atau sebaliknya, buru-buru ingin memperbaiki mata padahal penglihatan masih normal.
Lasik itu bukan untuk gaya-gayaan ya. Tapi dilakukan karena mata benar-benar membutuhkan perbaikan. Kornea mata perlu dibedah untuk memperbaiki garis lengkungnya agar penglihatan mata semakin tajam. Jadi harapannya setelah lasik, tak perlu lagi kacamata atau lensa kontak.
Apa itu Lasik ?
Tidak semua orang tahu lasik loh. Itu faktanya. Untuk mempermudah pemahaman, lasik sebenarnya adalah akronim dari Laser Assisted In-Situ Keratomileusis yaitu tindakan operasi mata yang dilakukan dengan menggunakan laser untuk membentuk kembali kornea mata yang rusak karena kelainan refraksi. Tujuannya untuk memperbaiki daya tangkap mata terhadap cahaya yang masuk ke retina.
Kemampuan menyerap cahaya yang masuk ke mata ini memang tugas dari kornea. Jika kelengkungan mata tidak tepat, cahaya tidak akan tepat sampai pada retina, sehingga timbullah rabun dekat, rabun jauh atau mata silinder.
Nah, biasanya penderita miopi, hipermetropi atau astimatisma ini menggunakan kacamata kan. Miopi atau rabun jauh menggunakan kacamata minus, hipermetropi atau rabun dekat menggunakan kacamata plus dan astigmatisma menggunakan kacamata silinder yang tebalnya bisa membuat pemakainya kurang percaya diri.
Untuk menghindari kacamata, biasanya penderita rabun dekat, rabun jauh atau mata silinder mengganti kacamata mereka dengan lensa kontak yang lebih stylish. Tapi tetap saja kan penggunaan lensa kontak ini bukan menyembuhkan. Tapi hanya sebagai penolong sementara yang fungsinya sebenarnya sama saja dengan kacamata.
Hanya saja lensa kontak dinilai lebih fashionable karena warna kornea bisa diganti sesuka hati. Ada yang biru, coklat hazle, hijau dan sebagainya. Fungsinya jadi bukan hanya untuk membantu penglihatan saja, tapi juga untuk mempercantik diri.
Nah, kalau mau ingin benar-benar sembuh. Solusi terbaiknya ya dengan melakukan operasi lasik. Harapannya setelah operasi lasik dilakukan, penderita miopi, hipermetropi atau mata silinder tak perlu menggunakan kacamata atau lensa kontak lagi untuk membantu penglihatan. Karena kornea matanya sudah dapat menangkap cahaya dengan baik sehingga cahaya tepat jatuh pada retina mata.
Syarat Kandidat Operasi Lasik
Meskipun Lasik sangat disarankan untuk penderita kelainan mata yang ingin benar-benar lepas dari kacamata dan lensa kontak, tapi tidak semua orang bisa melakukannya. Perlu identifikasi atau pemeriksaan berkala yang memastikan kamu cocok sebagai kandidat lasik.
Artinya ada syarat tertentu yang perlu dipenuhi sebelum memutuskan untuk melakukan operasi pembentukan kornea ini, yaitu :
- Berusia 18 tahun ke atas. Jadi anak-anak dilarang operasi yang membutuhkan kematangan organ ini ya.
- Memiliki mata yang sehat. Jadi kalau mata kamu sedang sakit, lebih baik tunda dulu sampai benar-benar sehat matanya.
- Memiliki penglihatan yang stabil.
- Tidak sedang hamil atau menyusui. Ibu hamil dan menyusui dilarang operasi dulu ya.
- Tidak menderita diabetes. Tingginya gula darah pada penderita diabetes menyebabkan luka operasi susah sembuh.
- Tidak memakai lensa kontak selama 3 minggu sebelum operasi dilakukan.
- Operasi lasik bisa dilakukan pada penderita miopi hingga -12 Dioptri, hipermetropi hingga +8 Dioptri dan mata silinder +/- 6 Dioptri.
Catat. Jika kamu belum memenuhi syarat di atas, tunda dulu lasik agar tidak terjadi kesalahan medis dan gangguan kesehatan lainnya. Untuk itulah dokter perlu melakukan prosedur dengan teliti dan cermat agar hasil operasi dapat maksimal.
Pemeriksaan dan Prosedur Operasi Lasik
Pemeriksaan sebelum operasi lasik perlu dilakukan untuk memastikan kandidat lasik memang benar-benar perlu mendapatkan tindakan medis untuk memperbaiki penglihatannya.
Sebelum operasi dilakukan, dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi mata pasien untuk memastikan layak atau tidaknya lasik dilakukan. Mulai dari pengukuran ketebalan kornea mata, kemampuan kornea untuk mencembungkan atau mencekungkan lensa mata, tekanan bola mata, kondisi retina, produksi air mata sampai riwayat kesehatan mata pasien.
Jika pemeriksaan mata mendapatkan hasil yang baik, dokter akan melanjutkan proseder operasi lasik, yaitu :
-
Melakukan Pemetaan Kornea
Mata setiap orang itu unik. Sama halnya dengan DNA manusia, spesifikasi mata masing-masing orang tidak akan sama. Untuk itulah dokter perlu melakukan pemeriksaan mata dengan teliti melalui pemeriksaan pemetaan kornea mata secara tiga domensi menggunakan teknik analisis muka gelombang.
-
Pembentukan Flap Menggunakan Laser
Proseder kedua yaitu dengan membentuk flap pada mata, yaitu lapisan jaringan tipis yang dibuat untuk membentuk kembali kornea mata yang tebal. Cara membuatnya dengan membuat sayatan tipis menggunakan sinar laser.
Lapisannya nanti akan disesuaikan dengan ketebalan kornea mata, sehingga daya tangkap kornea mata terhadap cahaya dapat tepat mengenai retina. Proses pembentukan flap inilah inti dari operasi lasik. Prosedurnya disesuaikan dengan kondisi kelainan mata pasien, sehingga didapatkan hasil yang maksimal.
-
Mengoreksi kembali Kornea Mata
Langkah yang terakhir yaitu penempatan flap dengan hati-hati pada kornea mata. Penempatan yang tepat akan menentukan keberhasilan operasi lasik. Untuk itulah perlu ketelitian tingkat tinggi agar flap dapat terpasang dengan tepat pada kornea mata.
Meskipun terlihat rumit, operasi pembentukan kornea ini hanya berlangsung sekitar 20 menit loh. Dokter yang menangani pun adalah dokter spesialis mata yang sudah profesional dan berpengalaman, sehingga tingkat keberhasilan operasi lasik akan tinggi.
Efek Operasi Lasik pada Penglihatan Mata
Operasi lasik tidak membuat pasien bisa langsung melihat dengan jelas setelah operasi. Tapi membutuhkan waktu untuk adaptasi. Biasanya efek pertama kali yang muncul adalah mata kering, gangguan penglihatan, sensitive terhadap cahaya sampai gangguan yang terjadi akibat laser mengikir sebagian jaringan mata.
Tenang, efek samping operasi ini tidak permanen kok dan akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu. Kondisinya juga berbeda untuk masing-masing orang tergantung kondisi mata pasien.
Umumnya kondisi mata akan membaik setelah 3 minggu pasca operasi. Setelah itu penglihatan mata akan semakin tajam dan jelas. Kalau sudah begitu, pasien tidak akan membutuhkan kacamata atau lensa kontak lagi dong karena mata semakin sehat dan jernih.
Bagaimana? Kamu memiliki gangguan penglihatan dan ingin melakukan operasi lasik. Konsultasikan dulu dengan dokter spesialis mata ya dan lakukan pemeriksaan mata agar lasik yang kamu harapkan bisa berjalan dengan baik dan lancar.
Rekomendasi operasi lasik yang tepat dan terpercaya ada di KMN EyeCare. Klinik mata nusantara yang memiliki dokter spesialis mata terpercaya untuk melakukan tindakan medis terhadap segala macam gangguan mata.
KMN EyeCare melakukan operasi lasik lebih cepat dengan teknik lebih baik sehingga kepuasan pasien semakin tinggi. So, Percayakan kesehatan mata kamu di KMN EyeCare ya dan salam sehat.
**
